Sistem HR Masih Mengecewakan

Perangkat teknologi apa yang digunakan oleh perusahaan Anda untuk membantu pengelolaan SDM? Sebuah survei baru menemukan bahwa sepertiga perusahaan kecewa dengan software yang mereka gunakan saat ini dan berniat menggantinya dengan yang baru.

Survei dilakukan oleh sebuah lembaga riset di Inggris atas 100 organisasi dari berbagai sektor usaha, termasuk manufaktur (11%), transportasi (6%) dan keuangan (6%).

Sebanyak 29% dari perusahaan-perusahaan tersebut merasa bahwa HR dan payroll IT system mereka tidak cukup sesuai dengan yang mereka butuhkan. Dan, 5% menganggapnya gagal memenuhi kebutuhan mereka.

Lebih jauh, penelitian itu mengungkapkan bahwa biaya masih merupakan faktor penentu terpenting dalam pembelanjaan atau pun upgrdade (80%) perangkat lunak tersebut. Disusul kemudian dalam hal integrasi (74%), fleksibilitas (71%) dan fungsionalitas (71%).

Dua-pertiga perusahaan (66%) mengaku ingin mengembangkan aplikasi-aplikasi HR mereka di luar administrasi tradisional. Pilihan yang paling populer adalah software untuk rekrutmen (32%), disusul workforce management (29%), pengelolaan absensi karyawan (23%), learning management (20%) dan rancangan suksesi (17%).

Kerja online

Survei yang sama menyingkap bahwa banyak organisasi ternyata lebih tertarik dengan online working; 54% mengatakan bahwa proses-proses HR yang berbasis internet merupakan prioritas investasi.

Di samping itu, divisi HR berusaha meningkatkan pelayanan dengan menyediakan akses informasi via web atau intranet tanpa menambah beban administrasi. Sebagian besar responden (89%) menyebarkan berita-berita mengenai perusahaan, misalnya tentang perubahan kebijakan dan prosedur HR, secara online.

Sekitar sepertiga (34%) telah mengimplementasikan pilihan-pilihan swa-layanan yang memungkinkan karyawan bisa melihat data penting HR dan mengubah rincian-rincian seperti alamat atau rekening bank. Survei melihat bahwa tren tersebut akan terus berlanjut; 46% menunjukkan bahwa rencana masa depan HR mereka adalah swa-layanan.

Ditemukan juga bahwa sejumlah perusahaan gagal mengukur return on investment (ROI) yang didapat dari sistem IT yang mereka terapkan; 60% tidak melakukan kalkulasi, 23% melakukannya tapi hanya untuk proyek-proyek besar dan hanya 9% yang memantapkan biaya/benefit untuk semua implementasi sistem HR.

Sekitar sepertiga (34%) mengaku tidak mengetahui jika teknologi HR telah efektif memberikan ROI untuk organisasi. Selebihnya, 23% memperkirakan bahwa implementasi mereka tak sepenuhnya berhasil dan 11% merasa gagal total dalam hal ini.

2 Tanggapan

  1. alamat ebook gratis khususnya dalam membahas jaringan dan dan windows server 2000 untuk pemula

  2. cara menseting ip addres pada windows server dan apa hubungannya dengan cilent-cilentnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: