SAMBA

Berkat  samba di mesin yang diberi “nyawa” opensource dan properly dapat saling berkumunikasi dan berbagi file dll. Samba semakin terkenal dan semakin banyak dimanfaatkan karena  fleksibel, tahan banting dan tentunya gratis.

Inti dari penggunaan samba kali ini adalah untuk melakukan sharring file yang ada di komputer Linux ke komputer Windows atau yang lainnya. Jadi file-file yang ada di linux nantinya juga bisa dibaca oleh Windows melalui LAN.

Step pertama, pastikan sudah ada komputer Linux siap pakai dan Komputer Windows yang juga siap digunakan. Kedua Komputer tersebut sudah dihubungkan satu sama lain, baik menggunakan cross cable (P2P) atau menggunakan LAN. Juka yang sudah pernah mencicipi Virtual PC, boleh juga tuh. Dan Pastikan kedua Komputer bisa saling PING dengan baik.

Step kedua, Masuk ke konsol nya Linux. Hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi terminal yang tertanam di mesin Linux atau menggunakan Putty jika iningin melakukan konsol secara remote dari mesin Windows. Lalu login sebagai root.

Step ketiga, periksa apakah aplikasi Samba sudah terinstall di mesin linux. Jika belum, segera ambil CD/DVD installer linux dan lakukan instalasi. Untuk memeriksa dapat menggunakan perintah:
# rpm -qa | grep samba

Step keempat, lakukan editing terhadap file smb.conf untuk mengatur folder mana yang hendak di sharring. Lakukan perintah :
# vi /etc/samba/smb.conf

Untuk perintah sharring, saya menggunakan perintah yang begitu primitif, karena emang ga punya kemampuan untuk lebih canggih:
[backup]
comments = Backup Directory
path = /backup
writeable = yes
guest ok = yes
public = yes
browseable = no

masuksud script diatas:
[backup] –> merupakan nama sharring, akan muncul saat dipanggil dari komputer lain

comments = Backup Directory –> komentar saja

path = /backup –> folder dimana sharring diarahkan. Mestinya folder ini dibuat terlebihdahulu sebelum dikenai sharring

writeable = yes –> Isi folder bisa di tulis, pilih no jika ingin read-only

guest ok = yes –> Siapapun bisa mengakses folder tsb, sama seperti Everyone di windows

public = yes –> Folder dibuka secara umum

browseable = no –> agar sharring dapat dilihat semua orang, mirip dengan penggunaan backup$ di windows

Jangan lupa disimpen ya. Kemudian lakukan Start atau restart sambanya :
# service samba restart

Kalau semua OK, berarti semua berjalan dengan baik.

Step kelima, buka WindowsExplorer di komputer Windows, lalu lakukan browse ke komputer Linux:
\\nomer_IP_komputer_linux\

Folder backup nggak muncul ya? ya, karena kita memberikan opsi no pada perintah browseable. Trus gimana masuknya? ya sebutkan saya namanya:
\\nomer_IP_komputer_linux\backup\
Selamat Mencoba!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: