KUDA LIA 09

Ternyata benar “batas antara hidup dan mati manusia lebih tipis dari sehelai rambut”. Tepat hari ini, setahun yang lalu aku hampir mengahadap sang pencipta. Yahhhhh… kejadian itu kesebut KUDA LIA 09 (KasUs DuApuluh LIma April 2009)*tidak ada hubungannya dengan kudanya Lia ngawi, Lia hot ato Lia2 yang lain*

Masih segar dalam ingatanku hari itu adalah hari sabtu karena hari sebelumya adalah hari jumat. Pada hari sabtu yang bersejarah itu aku memutuskan untuk pulang ke kampung halamanku ke Pati. Maksud hati ingin refreshing (minta doa restu ortu&perbaikan gizi) dulu sebelum maju seminar skripsi minggu depannya. Perjalanan dari Jogja ke Pati kutempuh dengan naek belalang tempurku, berangkat dari Jogja jam 11.00 dan sampai rumah jam 15.00.

Singkat cerita setelah pulang sholat jamaah dari masjid, babeku ngajakin beli jamu. Dengan boncengan motor kita berdua menuju ke toko jamu itu, dan karena tempatnya deket, kupacu motor dengan pelan sambil ngobrolin tentang pemilu presiden*meskipun aku gak nyoblos*.

Tanganku? ato Kaki Gajah?

pas lagi enak2nya ngobol tiba2 langsung GEDUBRAGGGGGGG!!!!!!!!!!!! Guling guling guling guling guling……tubuh kita bergulingan diatas aspal. Aku langsung meringis kesakitan nahan sakit, kemudian tanganku kuraba2, astaghfirullah tangan kananku bengkok alias “patah”, babeku tangan kanannya juga patah.  Baru kusadari ternyata ada truck yang menabrakku dari belakang, kulihat truck itu berhenti sebentar kemudian langsung kabur. Kaca helmku juga pecah *klo aku gak pake helm mungkin tidak bakal ada tulisan ini*. Alhamdulillah gak lama kemudian ada orang lewat dan langsung membawaku dan babeku ke RS.

Aku dirawat di RS selama satu minggu. Setelah keluar dari RS, otomatis aku langsung menyandang gelar Iron Man karena di tangan kananku tertanam platina sepanjang 15cm. setelah itu selama sebulan aku harus rawat jalan ke dokter khusus ortophedi dan impianku untuk maju seminar skripsi harus tertunda dulu selama 2 bulan ke depan.

Banyak hikmah yang kuambil dari kejadian ini:

  1. Manusia dapat mati kapan saja meski semenit yang lalu kamu adalah orang yang sangat sehat.
  2. Kesehatan adalah hidayah yang tidak ternilai harganya, maka syukuri dan rawat apa yang ada.
  3. Sabaaaaaarrrrrr………..
  4. Pakailah selalu helm standart SNI walaupun kamu bepergian dekat2

NB:

-Aku bercita2 pada suatu saat nanti jika aku menikah, aku ingin menjadikan platina yang masih ada didalam tanganku ini menjadi sebuah cincin yang akan kupakaikan ke jari istriku kelak*nyaingi cincin darah Nia ramadhani*

 

2 Tanggapan

  1. nah, yang terakhir itu,,helm musti standar..itu yang belum aku punya…hehehe..

  2. hemm,,,bersyukur ya,,aku jug apernah ngerasain guling2 di jalan,,alias kecelakaan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: